Ikan Bakar tak Dikenal Februari 17, 2008
Posted by jusak in wisata kuliner.trackback
Malam ini kita darurat lapar. Karena nggak ada yang setuju makan di mana, sementara perut udah lapar gak karuan. Memang awalnya semua setuju makan di Ayam Brebes Tangkuban Perahu, tapi begitu liat restorannya, nggak mungkin deh Snowy bisa ikutan masuk ke sono.
Kebetulan di jalan tadi sekilas lihat ada restoran ikan bakar, tapi namanya nggak sempet keinget. Ya udah, akhirnya kita balik arah, menyusuri lagi jalan menuju Lembang, mencari restoran ikan bakar yang entah apa namanya itu.
Akhirnya ketemu! Ya ampun, pantas nggak keinget, karena memang namanya ya “ikan bakar” itu. Jadi Restoran Ikan Bakar.
Suasananya enak, di kaki gunung Tangkuban Perahu. Karena udah malem, cuma kelihatan siluetnya aja yang gendut item dengan background langit yang cerah penuh bintang. Restorannya terdiri dari saung-saung lesehan, tapi kita pilih yang ada tempat duduknya, karena lebih terang dan luas. Perabotan dan bangunannya kelihatan sederhana dan kelihatan baru dibangun, bikin kita bertanya-tanya, kayak apa kualitas hidangannya.
Akhirnya ikan mujair bakar pun terhidang, lengkap dengan tahu goreng dan tumis bayam organik. Ikan mujairnya ndut, dagingnya tebal yang segar. Dibumbui madu dan rempah lain yang membuatnya istimewa, gurih dan manis lezat. Terasa sekilas ada rasa jahe yang bikin ikan hangat ini semakin hangat. Tahunya digoreng dengan minyak sangat panas, sehingga keras di luar, tapi sangat lembut di dalam, seolah lumer di dalam cangkang tahu kecoklatan di luarnya. Sedangkan tumis bayamnya, sangat segar karena memang baru dipetik dari kebun yang terhampar, bila dipesan. Dihidangkan di hot plate, layu tapi tetap kriuk kriuk segar saat digigit. Dibumbui bawang putih dan rempah lain yang disesuaikan dengan rasa ikan bakarnya.
Hmmm, lezaaat.
Kesimpulannya, kita semua setuju kalau restoran yang ditemukan tidak sengaja ini akan jadi tujuan yang akan sengaja kita kunjungi apabila main ke Bandung lagi.
Komentar»
No comments yet — be the first.