Kunjungan Pelangi Maret 30, 2008
Posted by jusak in happy.Tags: lupus, pelangi, Tuhan Yesus
7 comments
Sore ini, selagi duduk menikmati taman, kita dikunjungi lagi oleh pelangi yang indah. Membusur dari ujung ke ujung tanpa putus. Jadi inget, sesudah kunjungan pelangi yang sama tahun lalu, sebulan kemudian saya terkena Lupus. Mudah-mudahan kunjungan kali ini menandakan sebaliknya, berakhirnya Lupus saya. (lagi…)
Berlian Seribuan Maret 30, 2008
Posted by jusak in eksterior.add a comment
Tentu bukan berlian beneran, seperti yang nempel di cincin. Tapi berlian yang saya maksud di sini adalah tanaman yang sangat berharga, karena cantiknya. Dan lucunya lagi, harganya cuma seribuan! Dan seperti biasanya berlian, masih berlumuran “lumpur” dan harus diasah biar cemerlang. Demikian yang saya temukan di penjual taman swadaya di pinggir jalan perempatan By-pass – Pramuka. (lagi…)
Mana Mungkin Berkursi Roda di Mall Ambassador! Maret 22, 2008
Posted by jusak in Uncategorized.Tags: kursi roda, libur jakarta, mall ambassador
1 comment so far
Jangankan pake kursi roda, orang biasa aja susah mau lewat saking ramenya. Yang lagi tawar menawar, yang lagi lewat tapi meleng karena sambil berhape. Belum lagi, pedagang yang narok jualan ke luar melebihi kapling seharusnya. Pokoknya macet total lah. (lagi…)
Hadiah buat Perokok Maret 18, 2008
Posted by jusak in interior.Tags: asbak, no smoking, perokok, stupid behaviour
2 comments

Lagi browsing, tiba-tiba nemuin nih asbak. Clever banget Chi-Ja Ling yang ngedesain asbak ini. Bicara banyak tanpa kata-kata sama sekali, bikin pingin hadiahin ke temen-temen yang perokok. Biarpun mungkin nggak bikin mereka berhenti merokok, paling nggak bikin mereka terbuka pikirannya, bahwa itu paru-paru saya juga yang mereka isi dengan abu
. Paling nggak kalau di rumahku suatu saat ada asbak, pasti ini yang aku pakai.
Berburu Si Kaki Empat Maret 8, 2008
Posted by jusak in interior.Tags: index kelapa gading, jusak darmawan, kursi
1 comment so far
Biarpun nggak sesusah berburu macan, ternyata berburu kursi nggak bisa dibilang gampang. Hari ini di Index, kita bener-bener seperti berburu. Tengok sana tengok sini, sambil membayangkan tampilannya di ruang tamu rumah kami. Sampai capek mondar mandir (yang capek beneran sih Yanti, karena dia yang dorong kursi roda), belum nemuin yang pas. Sampe akhirnya nemuin kursi putih yang kelihatannya udah diabaikan, karena nggak punya pasangan dan ternyata emang tinggal satu itu aja yang belum dibeli orang.
Orang mungkin ngliatnya biasa aja, atau mungkin malah yang bilang, “Ah, gitu aja….” Tapi buat kami itu hasil perburuan. Dan kami puas memilikinya.