jump to navigation

Punya Malaikat Kok Dipatahin Sayapnya? November 7, 2008

Posted by jusak in opini.
trackback

Suka heran pada suami yang meminta istrinya berhenti bekerja setelah menikah. Tidakkah mereka tahu bahwa pekerjaan istri mereka seperti sayap pada malaikat? Bahwa saat sayap kita patah, istri kita lah yang harus menggendong dan mengangkat kita terbang dengan sayapnya? Dan kalau sayapnya sudah kita patahkan saat menikah, apa yang akan terjadi saat kita dihadapkan pada cobaan?

Saya sudah mengalami sendiri betapa “malaikat” yang dikirim oleh Tuhan, menolong menghadapi masa-masa sulit. Dengan sayap yang tidak dipatahkan, tapi justru dibantu agar juga kuat dan lincah, maka kita bisa keluar dari masa sulit dan bersama-sama menikmati saling menolong dalam mengatasi cobaan.

Nggak kebayang kalau kita tiada, sementara sayap mereka sudah kita patahkan. Dengan apa mereka terbang? Apalagi kalau masih ada buah hati yang masih kecil dan butuh makan serta pendidikan. Apakah bersama-sama, mereka akan menukik menghunjam bumi?

Buat yang belum menikah, pikir-pikir dulu kalau meminta sang istri meninggalkan pekerjaannya. Mereka adalah teman mengarungi perjalanan hidup yang mengasyikkan ini, masak iya kita patahkan sayap-sayapnya?

Komentar»

1. andyan - November 7, 2008

mungkin alasannya bukan mematahkan sayapnya
tapi menggunakan sayap2nya untuk keperluan lain
:D