CiWalk, Kok Jadi Gini? Desember 18, 2008
Posted by jusak in happy, opini.trackback
Sampai di Bandung sore hari, kami langsung disambut kemacetan khas Bandung. Terutama karena kami sampai di sore hari bersamaan dengan saat orang-orang pulang kantor. Tentu macet di hari biasa begini lebih ringan dibanding macet nanti di hari Minggu di mana mobil-mobil berplat B, termasuk Liviku menjejali jalan-jalan di Bandung
Karena sudah sore, kami langsung menuju Iga Si Jangkung untuk makan malam, mengulang sukses kunjungan yang lalu. Namun karena waktunya tanggung, belum jam makan, kami berniat mengunjungi Pisa Cafe di Ciwalk dulu. Mungkin menikmati esk krim atau kue-kue, dan sekedar meluruskan
otot yang penat dari perjalanan
Bayangan kami, di lapangan di depan Pisa Cafe Snowy bisa bermain dan berlarian sementara kami menikmati langit sore.
Namun, begitu kami masuk ke pelataran Ciwalk, sesuatu yang asing sudah menanti. Tempt dulu kami parkir sekarang sudah berubah menjadi bangunan tingkat yang sedang dibangun. Dan parkir pun harus di basement, di bawah tanah. Waaah, jauh beda dari yang kami bayangkan. Ciwalk sudah jadi CiPark rupanya. Kalau begini, Snowy sudah nggak mungkin santai jalan-jalan lagi dong.
Ya sudah, untuk mengobati kekecewaan, kami pun menikmati langit sore di lembah Balubur yang mulai menyala. Langit sore yang indah bisa dinikmati dari pelataran parkir. Foto-foto sebentar, dan ngobrol dengan istriku sambil memandang deretan rumah yang tertata tidak teratur. Lumayan bisa mengobati kekecewaan, walau dalam hatiku tetap menggantung pertanyaan, “Ciwalk, kok jadi gini?”
Komentar»
No comments yet — be the first.